Dipeluk hijaunya rerumputan
Beralaskan kedua tangan
Dirikupun jadi terlena
Kenapa waktu begitu cepat berlalu
Dibawah kesunyian langit biru
Awan berarak-arak berlalu
Membawakan dongeng masa lalu
Langit cerah memancarkan sinarnya
Demikian juga yang terjadi
100 juta tahun yang lalu
aku berjanji akan menjadi seorang pemurah
sebelum matahari tenggelam di lautan
wahai hatiku, tenangkanlah dirimu
dipantai yang memancarkan senja kemerahan
riakan ombak datang membawa kenangan
dari lepas pantai nan jauh disana
siapakah yang duduk dipasir putih ini
10 ribu tahun yang lalu
sebagaimana kulakukan sekarang
siapakah yang basah kehujanan
2 ribu tahun yang lalu
seperti yang kualami kini
siapakah yang basah kutub kehujanan
2 ribu tahun yang lalu
seperti yang kualami kini

1 komentar:
waduh kok puisi ini selalu isine pertanyaan, siapa ya wan ehm.. hey2 siapa dia yang duduk disini 10 ribu tahun atau 100 tahun yang lalu ,hei2 siapa dia , wakakakaka
Posting Komentar