Syair "Sang Penjelajah waktu"

Selasa, 24 Juni 2008

Dipeluk hijaunya rerumputan

Beralaskan kedua tangan

Dirikupun jadi terlena

Kenapa waktu begitu cepat berlalu

Dibawah kesunyian langit biru

Awan berarak-arak berlalu

Membawakan dongeng masa lalu


Langit cerah memancarkan sinarnya

Demikian juga yang terjadi

100 juta tahun yang lalu


aku berjanji akan menjadi seorang pemurah

sebelum matahari tenggelam di lautan

wahai hatiku, tenangkanlah dirimu

dipantai yang memancarkan senja kemerahan

riakan ombak datang membawa kenangan

dari lepas pantai nan jauh disana


siapakah yang duduk dipasir putih ini

10 ribu tahun yang lalu

sebagaimana kulakukan sekarang


siapakah yang basah kehujanan

2 ribu tahun yang lalu

seperti yang kualami kini


siapakah yang basah kutub kehujanan

2 ribu tahun yang lalu

seperti yang kualami kini

1 komentar:

d-author mengatakan...

waduh kok puisi ini selalu isine pertanyaan, siapa ya wan ehm.. hey2 siapa dia yang duduk disini 10 ribu tahun atau 100 tahun yang lalu ,hei2 siapa dia , wakakakaka

Design of Open Media | To Blogger by Blog and Web