Syair "Sang Penjelajah waktu"

Selasa, 24 Juni 2008

Dipeluk hijaunya rerumputan

Beralaskan kedua tangan

Dirikupun jadi terlena

Kenapa waktu begitu cepat berlalu

Dibawah kesunyian langit biru

Awan berarak-arak berlalu

Membawakan dongeng masa lalu


Langit cerah memancarkan sinarnya

Demikian juga yang terjadi

100 juta tahun yang lalu


aku berjanji akan menjadi seorang pemurah

sebelum matahari tenggelam di lautan

wahai hatiku, tenangkanlah dirimu

dipantai yang memancarkan senja kemerahan

riakan ombak datang membawa kenangan

dari lepas pantai nan jauh disana


siapakah yang duduk dipasir putih ini

10 ribu tahun yang lalu

sebagaimana kulakukan sekarang


siapakah yang basah kehujanan

2 ribu tahun yang lalu

seperti yang kualami kini


siapakah yang basah kutub kehujanan

2 ribu tahun yang lalu

seperti yang kualami kini

Baca Selengkapnya..

Puisi "Broken Heart"

Pernahkah kamu mencintai seseorang

Padahal kamu tahu bahwa ia sudah ada yang punya

Pernahkah kamu mencintai seseorang

Padahal kamu tahu bahwa mungkin dia tidak akan pernah jadi milikmu

Pernahkah kamu berkorban demi dia

Padahal dia tidak memperdulikanmu


Aku pernah

Aku pernah merasakan itu semua

Entah itu suatu cinta sejati ataukah hanya suatu kebodohan


Pernahkah kamu merasakan anehnya cinta

Menangis dikala senang

Takut dikala bersama

Tersenyum ketika berpisah


Aku pernah

Aku pernah melakukan itu semua

Aku menangis dikala senang

Menangis, apakah kesenangan ini akan berakhir ?

Aku takut dikala bersama

Takut akan berpisah dengannya

Tersenyum dikala berpisah

Tersenyum karena Tuhan pasti punya rencana lain

Mungkin aku akan diberi cintaku yang sebenarnya esok pagi

Yang lebih baik


Yang pasti cinta tidak harus memiliki

Yang dimiliki oleh cinta adalah hati

Dan bukan raga

Baca Selengkapnya..
Design of Open Media | To Blogger by Blog and Web